Tag: Bisnis Musik

Pertumbuhan Internet Menciptkan Bisnis Baru Untuk Musik

Pertumbuhan Internet Menciptkan Bisnis Baru Untuk Musik

Didalam pertumbuhan Internet sekarang ini tentu banyak orang yang lebih suka mendengarkan musik melalui media internet dengan cara melakukan download berbayar atau biasa dikenal dengan istilah pay-per-track yang di populerkan oleh perusahaan iTunes, Amazon dan juga Napster / Rhapsody, bahkan ada juga banyak orang yang ingin mendengarkan musik secara gratis dengan melakukan donwload ilegal melalui platform UC Browser.

“The Unbundling Of Media” merupakan salah satu tulisan yang dibuat oleh David Pakman didalam artikelnya yang menjelaskan bahwa menjual lagu dengan cara download berbayar merupakan cara yang sangat tepat, karena setiap konsumen bisa membeli lagu-lagu pilihan yang mereka sukai saja, tanpa harus membeli satu album, namun dari album tersebut hanya ada beberapa lagu yang menarik untuk di dengarkan. Itu artinya setiap konsumen hanya membeli per lagu/track yang mereka sukai, sehingga harga yang harus di bayar untuk mendownload berbayar jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harus mengunjungi ritel CD Musik.

Dengan adanya download berbayar atau secara gratis tentu menjadi ancaman buat para pemilik ritel CD musik mengalami kerugian, contohnya seperti toko musik Disc Tarra, Duta Suara dan juga Aquarius Mahakam yang sudah menutup tokonya di Indonesia. Sedangkan di Amerika sendiri, pada tahun 2006 perusahaan Tower Records sudah menutup 89 toko. Setelah itu, di susul oleh Circuit City dan Virgin yang juga menutup toko mereka pada tahun 2009.

Kehadiran Layanan Streaming Musik

Layanan Streaming Musik

Dengan adanya sistem download tentu mampu menggusur para toko-toko CD Musik ternama, namun sistem download juga tidak akan bertahan lama dengan hadirnya beberapa platform sebagai penyedia layanan streaming musik memberikan keuntungan tambahan bagi label musik dan juga musisinya.

Streaming musik bisa di manfaatkan menjadi peluang bisnis yang baru karena memanfaatkan para pendengarnya untuk melakukan subscription streaming (streaming berlangganan). Jenis streaming sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu streaming interaktif adalah setiap konsumen diberikan kebebasan dalam memilih lagu yang ingin di dengarkan. Biasanya jenis streaming tersedia didalam platform seperti Spotify, Apple Music, Joox dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk streaming non interaktif dimana setiap konsumen tidak bisa dengan bebas untuk memilih lagu apa saja yang mereka sukai. Tetapi, mereka juga bisa mendengarkan playlist dari musik online dengan genre tertentu. Biasanya untuk streaming non interaktif biasa disebut dengan radio online.

Kehadiran platform spotify pada tahun 2011 di Amerika Serikat membuat banyak orang yang lebih tertarik untuk mengakses dengan menggunakan smartphone mereka serta berlangganan di platform tersebut, karena biaya langganan yang murah hanya sekitar Rp 50.000 maka setiap konsumen sudah bisa mendengarkan semua lagu dengan genre apa saja yang mereka sukai untuk di dengarkan.

Artikel Lainnya: Fakta Menarik Album Changes Terbaru Dari Justin Bieber

Dari hari ke hari jumlah peminat dari langganan di platform spotify terus bertambah, sehingga banyak orang yang menyimpulkan bahwa layanan streaming musik merupakan masa depan para musisi dan label rekaman dalam mendapatkan penghasilan dari karya yang sudah mereka hasilkan. Dengan melihat pertumbuhan jumlah peminat pada langganan spotify membuat platform youtube juga merilis layanan streaming musik untuk menjadi pesaing dari spotify.

Jadi, kesimpulannya adalah dengan pertumbuhan digital sekarang ini memiliki pengaruh besar terhadap industri musik. Bisa dikatakan bahwa layanan streaming musik merupakan masa depan dari musisi dan juga para penikmat musik unutuk menikmati karya-karya dari idolanya.